Jumat, 20 Maret 2009

KISRUH DPT JATIM, MENGAPA ?

Tak kurang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri sempat risau dengan kisruh DPT (Daftar Pemilih Tetap) Prop. Jatim. Hal ini mungkin akan memicu persoalan yang akan mengganggu pemilihan legislatif tahun 2009. bahkan Kapolda Jatim, Irjen Pol. Herman ikut menjadi korban terhadap kisruh DPT tersebut.

Mengapa DPT Propinsi Jawa Timur kisruh ?. Sebagai seorang anggota PPS di desa di prop. Jawa Timur, saya tahu betul duduk persoalannya. Sebab paling tidak, dilevel bawah ini, PPS (Panitia Pemungutan Suara) tingkat desa/kelurahan menjadi ujung tombak persoalan DPT yang sesungguhnya. Saya tidak percaya pada teori konspirasi, paling tidak untuk desa saya, yang mengatakan bahwa ada kecurangan dengan penggelembungan DPT. Yang terjadi justru kekacauan data kependudukan yang menjadi dasar pembuatan Daftar Pemilih Sementara.

AKAR PERSOALAN : DPS YANG AMBURADUL

Sebenarnya persoalan DPT ini awalnya muncul saat pemilihan gubernur dan wakil gubernur propinsi Jawa Timur tahun 2008 putaran 1. DPT yang merupakan hasil penyempurnaan Panitia Pemungutan Suara tingkat Desa/kelurahan, sumbernya berasal dari master CD dan cetak manual Daftar Pemilih Sementara KPU yang ujung-ujungnya data kependudukan tersebut dari Dinas Kependudukan Jawa Timur. Yang terjadi adalah, persoalan DPT menjadi runyam justru akarnya dari DPS (Daftar Pemilih Sementara).
Foto : Anggota PPS Desa Damarwulan melacak pemilih yang terselip ke TPS lain

Perlu diketahui bahwa, Jawa Timur dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur tahun 2008 menggunakan 2 sumber yaitu data digital berupa program berbasis database yang diberikan kepada PPS untuk diadakan penyempurnaan sebelum ditetapkan menjadi DPT disamping cetak manual yang diberikan kepada PPS. Daftar Pemilih Sementara tersebut selanjutnya oleh PPS dipetakan berdasarkan wilayah dan didistribusikan kepada Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (P2DP) untuk diadakan pemutakhiran data.

Persoalan muncul, terutama didaerah pedesaan, karena data yang diberikan merupakan data pemilih seluruh desa/kelurahan dicampur menjadi satu. Sebagai contoh, didesa Damarwulan terdapat 34 RT. Setiap dusun didesa saya terdiri dari RT dengan nama RT 1 – 4/5. Karena setiap dusun terdapat RT 1- 4/5 maka data yang dimunculkan dalam Daftar Pemilih Sementara adalah seluruh penduduk didesa dengan RT 1 – 4/5 sementara keterangan dusun atau alamat lengkap tidak disebutkan di DPS baik yang manual maupun yang berasal dari CD program database.

Ini menimbulkan kesulitan yang luar biasa bagi PPS untuk mengadakan pemetaan penduduk. Data yang sudah hancur itu harus diseleksi satu persatu digabungkan dalam wilayah TPS masing-masing dusun. Bisa anda bayangkan bila Daftar Pemilih Sementara didesa saya sebesar 7.458 pemilih, apa yang dapat dilakukan PPS ?. Kalau saya bilang keteman-teman PPS, ibaratnya kita masuk hutan belantara tanpa tahu arah yang jelas. Mengolah DPS menjadi DPT seperti itu susahnya, tanpa tahu dimana harus memulainya.

Saya bersama teman-teman PPS memulai pekerjaan dari memilih metode pemetaan pemilih. Waktu itu dengan dua sumber tersebut (CD program dan cetak manual), kami memulai dari mengadakan pemutakhiran data awal dari CD program berbasis database sebelum data itu divalidasi oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (P2DP). Sebagian besar PPS desa lain memulai dengan cara memotong-motong DPS manual dan dikelompokkan berdasarkan pemetaan TPS. (CD program berbasis database itu sejak bulan Oktober 2008 tidak bisa dibuka dan diakses lagi meskipun dapat diakali dengan mensetting tanggal komputer mundur dikisaran bulan Mei – Juli 2008, sebelum program itu diinstalasikan).

Data pemilih ganda dengan CD program sangat mudah dideteksi dan dihilangkan. Bagi PPS yang menggunakan CD program berbasis database, maka tidak ada persoalan serius terhadap data pemilih ganda, karena softwarenya telah disiapkan untuk melacak pemilih ganda tersebut dan disediakan pula fasilitas untuk menghapuskannya. Tetapi bagi PPS yang menggunakan cara manual dengan memotong-motong DPS manual, maka pemilih ganda sangat sulit untuk dideteksi. Tapi mengklasifikasi pemilih berdasarkan wilayah TPS merupakan pekerjaan yang mustahil dilakukan dalam waktu cepat. Pasalnya, tidak ada orang yang mampu menghafal nama penduduk dalam satu desa yang sudah diacak-acak dusun dan RT/RWnya.

Untuk dapat menyelesaikan pekerjaan seperti itu, idealnya dibutuhkan waktu minimal 3 bulan. Sayang waktu yang disediakan tidak lebih hanya satu bulan saja. Sehingga saya bersama rekan-rekan PPS harus nglembur selama satu bulan dari jam 7 malam sampai jam 3 pagi. (Pak Kades bilang, mirip kerja rodi ala belanda dulu). Itupun masih berakibat, masih ada pemilih yang hilang dari DPT, pemilih yang memilih ditempat lain/dusun lain dan tidak dikenal oleh KPPS, orang meninggal dunia masih masuk dalam DPT, dan persoalan sejenis lainnya. Persoalan ini baru dapat diatasi, meskipun belum maksimal, pada pemutakhiran data untuk pemilu legislatif 2009 dan pemilu gubernur dan wakil gubernur jatim putaran 2.

Bagi saya justru membuat DPT pemilihan Kepala Desa (yang dilaksanakan didesa saya pada akhir tahun 2007) dengan dimulai pendataan dari bawah (door to door) jauh lebih mudah ketimbang mengolah data dari KPU yang hancur dan acak-acakan. Ditambah dengan sistem pemberian NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang membuat ruang gerak PPS sangat terbatas. Kita semua harus maklum bahwa sistem kependudukan dinegeri ini masih kacau balau, yang sayangnya dipaksakan digunakan dalam pemilu kali ini.
Sebenarnya, pemilihan gubernur dan wakil gubernur prop. Jatim putaran 1 justru masalah DPT paling banyak muncul, tapi entah kenapa, justru yang diramaikan adalah DPT putaran 2 yang telah mengalami banyak penyempurnaan dibandingkan dengan Pemilu gubernur dan wakil gubernur putaran 1. Kalau mau menggugat seharusnya adalah pembuat database Daftar pemilih sementara. Mereka yang membuat database Daftar Pemilih Sementara yang paling pertama harus dimintai pertanggung jawabannya.

Saya percaya pada rekan-rekan PPS diseluruh propinsi Jawa Timur, tidak memiliki kepentingan apapun terhadap penyelenggaraan Pemilu. Kalau toh ada kepentingan sebatas, bagaimana mensukseskan Pemilu dengan seadil-adilnya dan sejujur-jujurnya. Bagi saya pribadi, dan barangkali PPS diseluruh Indonesia, tidak ada pengaruh sama sekali siapapun yang berkuasa atau yang menang dalam pemilu legislatif tahun 2009.

Lalu bagaimana dengan DPT Pemilu Legislatif tahun 2009 ?. Sumber datanya sama hanya mendapat tambahan dari pemilih pemula yang sudah memiliki hak memilih terhitung tanggal 9 April 2009. Maka bisa dipastikan, Daftar Pemilih Tetap di Propinsi Jawa Timur akan menimbulkan masalah yang besar dikemudian hari.
Karena itu, solusi untuk jawa timur harus diadakan pemutakhiran data kembali. Bila KPU pusat tetap ngotot tidak mau, maka akan banyak penduduk yang tidak terdaftar dan masih banyak juga pemilih ganda. Dilevel bawah, PPS hanya menunggu payung hukum untuk mengadakan pemutakhiran kembali. Bila payung hukum disediakan, berikan waktu 1 minggu saja, maka PPS akan dapat dengan cepat menyelesaikan itu. Pertanyaannya, maukah KPU diribeti dengan persoalan DPT atau biarkan saja pemilih ganda ada di DPT atau rakyat kehilangan hak pilihnya, hanya gara-gara tidak tercantum dalam DPT ?. Sebuah dosa negara terhadap rakyatnya, yaitu mencabut hak pilih seseorang hanya karena kesalahan administrasi belaka. Fatalnya, sistem administrasi kependudukan yang dibangun masih amburadul. (Tulisan : Arief Mustafa, Anggota PPS Desa Damarwulan Kec. Kepung Kab. Kediri)

Senin, 16 Maret 2009

RAKERNIS KPPS - PPS PEMILU LEGISLATIF 2009

Damarwulan, Sabtu 14 Maret 2009

Panitia Pemungutan Suara Desa Damarwulan Kec. Kepung Kab. kediri melaksanakan rakernis Pemilu legislatif 2009 di Aula SDN Damarwulan 1. Kegiatan dibuka oleh Mahrus, SE. Sekretariat PPS Damarwulan. Dilanjutkan dengan Sambutan Kepala Desa Damarwulan, Drs. Mujahid. Dalam sambutannya, Drs. Mujahid mengatakan bahwa "angka partisipasi masyarakat dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Propinsi Jawa Timur tahun 2008 hanya mencapai 54 % dari jumlah DPT. Diharapkan KPPS untuk menyosialisasikan pelaksanaan Pemilu 2009 agar partisipasi masyarakat lebih meningkat dibanding pemilihan gubernur tahun kemarin".
Gambar : Rakernis KPPS desa Damarwulan
Acara dilanjutkan dengan penyajian materi oleh ketua PPS Drs. Sumari. (materi dapat didownload disini http://sites.google.com/site/ppsdamarwulan/). Pada akhir sesion diadakan simulasi pengisian administrasi Pemilu berupa model C1 yang dipandu oleh anggota PPS, Arief Mustafa, S.Pd.
Pada acara sharing, kesulitan terbanyak dari peserta rakernis yang merupakan anggota KPPS adalah pengisian model C1. Khususnya yang menyangkut perpindahan pemilih dari satu TPS ke TPS lain.
Gambar : Diskusi KPPS mengisi model C1
Gambar : Diskusi KPPS mengisi format model C1

(dipostingkan oleh : arief Mustafa, S.Pd. Anggota PPS Damarwulan)

Senin, 02 Februari 2009

PEMBANGUNAN GEDUNG SERBA GUNA

PEMBANGUNAN GEDUNG SERBAGUNA DESA DAMARWULAN

Pembangunan gedung Balai Desa Damarwulan saat ini memasuki tahap 2. Tahap sebelumnya dilaksanakan awal 2008 oleh LPMD periode 2003 – 2008. Sedangkan tahap kedua dilaksanakan oleh LPMD periode 2008-2013.

Tujuan Pembangunan Gedung :
membangun gedung pertemuan serba guna yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan desa seperti ; rapat-rapat, pertemuan, gedung olahraga, gedung kesenian
menambah pendapatan asli desa melalui penyewaan gedung tersebut untuk kegiatan lain selain kegiatan desa seperti untuk perpisahan sekolah, resepsi pernikahan dsb.
menyediakan sarana kepemudaan khususnya untuk kegiatan olahraga dan kesenian
mengganti balai desa yang telah rusak dengan gedung serbaguna yang lebih representative dan memiliki nilai tambah bagi desa

Sumber Pembiayaan :
dari Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2007, 2008 dan 2009
Pendapatan Asli Desa berasal dari kas desa dll
Swadaya Masyarakat

Luas Bangunan :
Luas gedung serbaguna 24 meter x 10 meter
Ketinggian bangunan dari fondasi = 10 meter

Susunan Panitia Pembangunan Gedung Serbaguna tahap 2 :
Ketua : Drs. SUMARI
Bendahara : ISA EFENDI, S.Pd
Sekretaris : ARIEF MUSTAFA, S.Pd
Pelaksana Teknis :
Sunarto (Koordinator)
Son Haji (Pembantu Pelaksana)
M. Yasin (Pembantu Pelaksana)

Untuk Pembangunan Tahap 2 direncanakan mampu menyelesaikan pekerjaan ;
Pemasangan batu batu sampai lunas ring atas
Pembuatan dan pemasangan pintu dan jendela depan
Pemasangan kuda-kuda dan atap gedung
Pengurukan lantai setinggi 1,5 meter dan patlah lantai

Foto-Foto Pembangunan Tahap 2 :

Pembangunan 30 %







Minggu, 01 Februari 2009

BETERNAK ITIK

Usaha peternakakan itik sering kali dijauhi banyak orang. Perbankan pun masih belum tertarik mengucurkan kredit usaha karena usaha tersebut dianggap berisiko tinggi dan kurang prospektif. Akan tetapi, kenyataannya dari hari ke hari dugaan itu makin keliru. Terbukti sedikit masyarakat mendulang sukses dari pergulatan mereka dengan usaha peternakan itik ini.
Hal tersebut dibuktikan Ny.kasmi (40), keseriusannya beternak itik petelur di Desa Jamboo Mesjid, Kota Lhokseumawe, mampu memberikan pendapatan bersih Rp 2 juta per bulan.Saya tak pernah membayangkan hidup saya dan keluarga akan menjadi lebih baik. Beruntung, ada telur setiap hari yang bisa saya asinkan dan diminati masyarakat, kata kasmi.Ibu tiga anak itu dilahirkan di Desa Jamboo Mesjid. Mulanya Kasmi sebagaimana ibu-ibu lainnya didesanya tidak bekerja dan kebutuhan ekonomi keluarga sepenuhnya ditopang pada suami yang bekerja sebagai nelayan. Penghasilan rata-rata suami dari hasil menjadi buruh tambak Rp 35.000 per hari. Akan tetapi, pasca tsunami lahan usaha suaminya hancur dan menyebabkan suaminya banting setir menjadi buruh bangunan dengan penghasilan rata-rata Rp.25.000 perhari dan itupun tidak menentu. Kebetulan saat itu Yayasan Keumala melaksanakan program pemberdayaan perempuan korban tsunami melalui usaha peternakan. Tanpa pengetahuan yang cukup, dirinya nekat masuk ke sektor usaha peternakan itik, katanya.Saat memulai usaha ini, dirinya mendapat bantuan satu unit kandang seluas 5 X 10 M. Bibit itik yang diberikan lebih kurang 100 ekor. Lima bulan berikutnya itik itik tersebut mulai bertelur. Telur hasil panennya itu langsung dibeli pedagang di lokasi peternakan.Sukses itu mendorong semangat yang makin besar untuk membantu keuangan keluarga. Kasmi melakukan ekspansi. Peluang itu semakin terbuka lebar karena luas kandang masih terbuka lebar. Pada saat ini, Kasmi sudah meningkatkan jumlah itik petelurnya hingga menjadi 250 ekor. Melihat potensi yang besar, Kasmi berambisi ingin meraih sukses yang lebih besar dari usaha peternakan itik ini. Terus terang, saya ingin setiap bulan dapat meraih pendapatan

BETERNAK KELINCI

Mari Beternak Kelinci





kami akan menurunkan artikel tentang bagaimana cara beternak kelinci untuk tujuan komersial atau bisnis. Karena selama ini yang ada adalah ternak kelinci dipelihara sebagai ternak hias atau kesenangan sehingga pemeliharaannya ala kadarnya. Kita tidak tahu di balik ternak tersebut terdapat potensi yang kalau kita bisa memanfaatkannya kami yakin segi positiflah yang akan kita dapat.Mengapa memilih beternak kelinci? pertanyaan yang wajar bagi orang yang belum mengenal lika-liku bisnis beternak kelinci. Oleh karena itu kami akan berbagi pengalaman tentang beternak kelinci dengan orientasi bisnis. Kami sendiri pernah menjalin kerjasama dengan penduduk untuk beternak kelinci. kami selaku penanam modal (investor) dan tenaga ahli. Ya, itung-itung untuk mengaplikasikan ilmu yang kami dapatkan di bangku kuliah fakultas peternakan. Maka dari itu kami bisa memberikan beberapa alasan agar anda tidak ragu lagi untuk mencoba usaha ini dan semakin mantap bagi yang telah menekuni bidang ini.


Di antara alasan mengapa memilih beternak kelinci adalah sebagai berikut :

1. Pemeliharaan dan perawatannya mudah

2. Tidak membutuhkan lahan yang luas

3. Biaya produksi relatif murah sehingga tidak membutuhkan modal besar

4. Ternak penghasil daging berkualitas dengan kadar lemak rendah

5. Ketersediaan pakan yang melimpah, karena mampu memanfaatkan pakan dari sisa dapur dan hasil sampingan produk pertanian

6. Termasuk ternak yang prolific, yaitu ternak yang mampu beranak banyak per kelahiran

7. Hasil sampingannya pun masih bisa dimanfaatkan


Berikut beberapa hal yang harus mendapat perhatian sebelum anda memulai beternak kelinci :


Pemilihan lokasiPemilihan lokasi ternak kelinci banyak dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya :

• Lokasi sebaiknya dekat dengan sumber pakan (areal tanaman sayur, pasar sayur, atau pasar–pasar secara umum)

• Lokasi dekat dengan daerah pemasaran. Namun hal ini tidak berlaku bagi peternak yang sudah punya komunitas atau paguyuban

• Temperatur atau suhu ideal antara 15-25C

• Sebisa mungkin diusahakan lokasi kandang dekat dengan aliran sungai dan jauh dari permukiman penduduk

• Lokasi aman dari binatang buas atau pencuri



Memilih bibit


Kriteria berikut bisa dijadikan pedoman untuk memilih bibit kelinci :

• Induk diketahui tetuanya atau dengan kata lain calon induk mempunyai catatan produksi (jumlah anak perkelahiran, daya tumbuh, dll) dan catatan reproduksi (servis per conception, fertilitas, keadaan alat reproduksi dll)

• Induk mempunyai putting susu lebih dari 8 buah

• Tingkah laku tidak nervous dan mempunyai cukup bulu untuk membuat sarang

• Kondisi fisik yang normal seperti badan sehat, mata bersinar, bulu yang bersih dan tidak kusut, telinga tegak tidak pepleh, dan lain sebagainya


Pakan


Banyak jenis tanaman dan sayuran yang bisa diberikan kepada kelinci. Ynag penting adalah makanan tersebut mampu memenuhi kebutuhan nutrisi kelinci yang harapannya adalah ternak tersebut mampu tumbuh dan berkembang dengan baik dan menampilkan catatan produksi yang baik sehingga memberi keuntungan pada kita. Di antara komposisi ransum ternak kelinci yang bisa dipakai acuan adalah pakan terdiri dari konsentrat 50 gram untuk kelinci pertumbuhan dan penggemukan, 70 gram untuk induk bunting, 150-200 gram untuk induk menyusui, sedang rumput diberikan secara ad libitum (tak terbatas).


Reproduksi


Aspek reproduksi memegang peranan penting dalam rangka pertambahan jumlah populasi. Ternak kelinci termasuk dalah satu jenis ternak prolific artinya mampu beranak banyak per kelahiran. Ada beberapa kiat agar ternak kelinci mempunyai catatan reproduksi yang baik :


• Umur pertama kali dikawinkan berkisar antara 5-6 bulan

• Memilih waktu kawin pagi hari atau sore hari

• Imbangan sex ratio adalah 1:10, artinya seekor pejantan melayani 10 ekor induk

• Perkawinan kembali setelah beranak. Apabila yang diharapkan dari ternak kelinci adalah bakalan maka induk bisa dikawinkan 7-10 hari setelah beranak. Tapi apabila yang diinginkan nnatinya adalah sebagai ternak pengganti (stock replacement) maka sebaiknya induk dikawinkan kembali 40-45 hari setelah beranak atau setelah anak-anak lepas sapih


Kandang


Berfungsi untuk melindungi kelinci dari pengaruh luar seperti cuaca buruk, binatang buas dan pencuri. Ternak kelinci bisa dipelihara secara koloni dan individual. Namun menurut pengalaman dan pengamatan bahwa kelinci-kelinci yang dikandangkan akan lebih mudah pengawasan, dan penanganannya. Memang tidak ada standar baku dalam membuat kandang kelinci. Intinya adalah kelinci tersebut merasa nyaman tinggal didalamnya sehingga akan menampilkan produksi terbaiknya. Tapi perlu diingat pula tentang biaya pembuatannya, jangan sampai modal nanti habis hanya untuk membuat kandang. Tetapi tidak salah kalau anda mencoba ukuran yang sering digunakan orang yaitu dengan ukuran PxLxT = 90×60x60 cm. apabila dalam sarang tersebut akan diletakkan sarang maka ukuran sarang berkisar PxLxT = 40×30x30cm.
Apabila ada yang kurang jelas tentang cara beternak hewan ini silahkan layangkan pertanyaan kepada kami di sentralternak@yahoo.com

MAU TAHU HARGA GABAH TERKINI ?

Mayoritas penduduk Desa Damarwulan adalah petani. Karena itu mengetahui harga-harga terkini dapat dijadikan patokan untuk mengembangkan jenis tanaman yang akan dipilih.

1. Untuk harga gabah terkini di : http://database.deptan.go.id/smsharga/qryharian.asp

Internet Masuk Desa Bukan Impian Lagi

Berikut ini dikutipkan dari berita di Kompas.com tentang internet masuk desa. Didesa Damarwulan meskipun telah tersedia sambungan telepon, namun untuk mewujudkan internet gratis yang dapat diakses oleh semua orang seperti di Banten mungkin masih memerlukan sponsor khususnya untuk mendirikan CTC-nya (Comunity Technology Center). Adakah yang mau menjadi sponsor-nya ?.

Internet Masuk Desa Bukan Impian Lagi

Kompas.com/Tri Wahono

Kamis, 3 Juli 2008 13:15 WIB

SIAPA bilang Internet hanya dapat dinikmati kalangan menengah ke atas. Teknologi Internet kini dapat dirasakan manfaatnya oleh penduduk di pelosok desa yang tak terjangkau listrik sekalipun. Misalnya, di Desa Pasir Waru, kecamatan Mancak, Serang, Banten. Desa ini berjarak 27 kilometer dari pusat pemerintahan Provinsi Banten, Kota Serang. Desa yang berada di pinggiran hutan dan di daerah berbukit-bukit ini tak seluruhnya telah terakses listrik. Daerah yang sudah tersambung listrik pun sekali-sekali mati karena pemadaman bergilir.Jalan desa sebagian besar belum teraspal. Semakin ke atas bukti, kondisinya makin rusak. Mobil masih bisa lewat namun harus pelan-pelan. Sepeda motor menjadi angkutan yang dominan. Meski demikian, penduduknya yang sebagian besar petani tak putus asa dengan kondisi daerahnya. Mereka masih menyempatkan diri untuk belajar komputer, yang mungkin baru dikenal untuk pertama kali, agar mendapat kehidupan lebih baik.Komputer masuk ke desa tersebut sejak didirikan CTC (Community Technology Center) Mancak yang dibangun Microsoft dengan Asketik, organisasi nonprofit yang membantu pemberdayaan masyarakat di Pasir Waru. Di dalam ruang belajar CTC yang hanya berukuran 3 x 4 meter hanya ada dua unit komputer dan satu unit printer. Untuk akses Internet digunakan modem GPRS dari ZTE melalui jaringan seluler XL. Fasilitas inilah yang digunakan sebagai ruang belajar secara bergantian."Seminggu sekali, setiap Sabtu kita gelar kelas bersama, namun setiap hari ada yang siap membantu jika ada yang datang ingin belajar," ujar Toto Tajuddin, Ketua Asketik. Ada satu orang anggota Asketik yang tetap berada di tempat selama 24 jam untuk menjaga fasilitas tersebut selain membantu jika ada penduduk yang datang. Sebab, tidak semua petani dapat hadir secara bersamaan. Setiap pagi rata-rata menggarap lahan sehingga lebih seing mereka kumpul di malam hari.Toto menceritakan kehadiran komputer di desa tersebut masih asing bagi penduduk. Namun, setelah mereka mengetahui bahwa fasilitas tersebut tersedia untuk digunakan bersama-sama, mereka mulai tertarik untuk mencoba. Bahkan, ada seorang penduduk yang langsung membeli komputer meski harus merogoh kocek hingga Rp3 juta. Banyak hal-hal lucu saat penduduk desa mencoba komputer pertama kali. Ada yang kikuk dan takut ketika menggeser mouse, seperti dialami Santari, yang kini memelihara beberapa ekor kambing silangan Ettawa. Namun, Santari tidak serta-merta putus asa dan tetap datang ke CTC meskipun masih terus dibantu untuk menggunakan Internet."Saya ingin tahu lebih banyak, misalnya bagaimana memelihara kambing Ettawa yang katanya lagi mahal harganya," ujar Santari. Selain komputer, penduduk memang sudah diperkenalkan kepada Internet untuk mencari informasi khususnya mengenai komoditi yang mereka garap.Kalau Santari tertarik pada kambing, beda dengan Tusni yang akrab dipanggil Entus yang sedang mencoba ternak lele dumbo. Ia mengaku tertarik kepada komputer dan Internet namun sudah malas untuk belajar. Tapi, bukan berarti keingintahuannya berhenti. Entus "memaksa" anaknya yang datang ke CTC dan mencarikan informasi apa saja yang diinginkannya."Dari internet saya dapat informasi beternak lele dumbo yang baik. Tapi saya tidak percaya begitu saja. Makanya, saya bandingkan dengan peternak lele yang sukses di Serang. Ternyata caranya sama," ujarnya. Dengan bekal informasi tersebut, ia pun membangun tiga kolam pembesaran lele dumbo di kebun belakang rumahnya. Internet saat ini juga digunakan untuk mencari informasi mengenai harga kelapa di pasar. Selain kelapa butiran, penduduk juga membuat minyak kelapa, briket arang batok kelapa, dan serat kelapa. Wilayah Pasir Waru memang kaya pohon kelapa dan menjadi komoditi utama daerah tersebut. Sebelum ada Asketik, penduduk hanya menjual kelapa butiran kepada tengkulak yang datang ke desa. Mereka tidak tahu harga normal di pasaran. Saat ini mereka tidak hanya didampingi, namun bisa mengecek sendiri harga di pasaran. Tapi, gara-gara internet ini pula, penduduk kini lebih suka menjual kelapa butiran sebab harganya sedang tinggi-tingginya. Alhasil, pabrik minyak kelapa sementara tutup. Sabut kelapa juga mendeg karena mesin yang dipakai saat ini rusak. Padahal, olahan kelapa masih begitu banyak. Airnya dapat dibuat nata de coco atau virgin coconut oil. Sabutnya mungkin bernilai lebih tinggi jika dibuat anyaman, misalnya keset. Intrenet kelak mungkin dapat dimanfaatkan untuk mencari informasi lebih banyak tentang apa saja yang dapat mereka lakukan untuk meningkatkan kesejahteraan. "Kehadiran teknologi di Desa Pasir Waru, Mancak, Serang lebih dari pelatihan computer bagi masyarakat. Ketrampilan yang diperoleh masyarakat di Community Technology Center atau CTC dapat membuka peluang untuk mendapatkan atau melakukan pekerjaan lebih baik serta kesempatan meningkatkan ekonomi," ujar Sita Supomo, Community Affair Manager. Menurutnya, petani tidak hanya mengakses internet untuk mencari informasi harga, mengakses pasar, namun juga mengembangkan tanaman pangan baru di daerahnya. Hal ini sesuai dengan tujuan program Microsoft Unlimited Potential, khususnya Community Technology Skills, bahwa seiring dengan meningkatnya sumber daya masyarakat pedesaan, taraf hidup keluarga meningkat, ekonomi pedesaanpun ikut meningkat.
Namun, manfaat komputer dan Internet akan jauh lebih optimal jika didukung infrastruktur dasar. Internet menjadi harapan namun listrik dan transportasi yang lancar masih menjadi impian penduduk desa Pasir Waru.
Tri Wahono